Oleh
: Muhammad Rafiyudin
dia kembali datang
Entah siapa yang
mengundang
Rasa yang sudah hampir
lama hilang
Kini kembali pulang
Kebisuan kian mendalam
Ketulian kian ramai
Cemoohan
berbondong-bondong datang
Waktu selalu menjadi
korban
Seperti orang yang tak
punya akal
Yang takpernah
mempraktikan wejangan
Ego semakin dibesarkan
Kain putih yang dibawa
seorang pendosa takpernah dilihat
Semua mata dan telinga
tertuju pada satu titik hitam
Cikande, 14 Mei
2018
Related Posts :
Keringat dan Uang
Kaya : Muhammad Rafiyudin
Mentari datang menggantikan malam
Kicauan burung menghiasi alam
Embun mulai berjatuhan
Seluruh insan mulai ber… Read More...
Ironi
Oleh : Muhammad Rafiyudin
Sedikit saja dari mereka yang mengerti
Sedikit saja dari mereka yang memahami
Entah, karena mereka tidak menge… Read More...
Mendung sore
Oleh
: Muhammad Rafiyudin
Sore ini mendung
Mentari terlihat berkrudung
Tertutup awan yang menggulung
Langit hitam membuat takut bu… Read More...
Sibuta Semakin Buta
Karya : Muhammad Rafiyudin
Sibisu semakin membisu
Asa dan rasa selalu mengendap di dalam dada
Tanpa bisa diungkapkan dengan kata-kata
K… Read More...
Permusuhan Abadi
Oleh : Muhammad Rafiyudin
Entah, apa yang menjadi sebabnya
Entah, bagaimana awalnya
Entah, siapa yang menjadi dalangnya
Entah, dimana ti… Read More...
T_T
ReplyDeleteSelalu bude yang paling atas 😂
Delete