Perjalanan Singkat Episode 9

Perjalanan Singkat

Oleh : Muhammad Rafiyudin

Akhir semester 2, pada saat class meeting tepatnya. Di mana kelas 9 sudah selesai melaksanakan ujian akhir sekolah dan juga ujian nasional.
Ahmad dan teman-temannya sedang menunggu giliran bermain dengan menonton pertandingan futsal putra antara kelas 7a vs kelas 8b.
weh, gw ada formulir Alta nih” Ketus salah seorang teman Ahmad sambil membuka tas dan juga mengambil sebuah map yang di dalamnya adalah sebuah formulir.
“ Mana? Sini buat gw aja!” Pinta Ahmad
“ Serius ga nih?”
“ Iyah serius, siniin”
“ Yaudah nih” Sambil menyerahkan map.

Ahmad sebenarnya sudah mempunyai 2 formulir pendaftaran sekolah menengah kejuruan, dan kini ia memiliki tiga formulir pendaftaran sekolah menengah kejuruan yang di antaranya adalah : SMK IKHLAS Jawilan, SMKN 1 Cikande, dan SMK AL-HASANAH Jayanti.

Ia memang memiliki niatan untuk  melanjutkan pendidikan di sekolah menegah kejuruan. Ketiga formulir tersebut Ahmad dapatkan dengan cara meminta dari teman-temannya yang memiliki kakak/saudara di sekolah tersebut.

***

 “ Ma, Pak yeuh aya tilu formulir, ndek diisi numana?” Ahmad mendekati Bapak dan Ibunya yang sedang duduk di teras rumah, sambil menyodorkan 3 formulir yang ia bawa.
“ Formulir naon iyeu? Formulir pendaftaran tah?” Tanya Bapak Ahmad.
“ Hooh, iyeu formulir Gorda ( SMKN 1 Cikande), iyeu formulir Jawilan (SMK Ikhlas), iyeu formulir Jayanti ( SMK AL-Hasanah)” Jawab Ahmad sambil menunjuk dan menjelaskan persyaratan masuk di tiga sekolah kejuruan tersebut.
“ Sia ndek ka SMK?” Tanya Ibu Ahmad yang sedari tadi menyimak.
“ Hooh” Jawab Ahmad dengan nada rendah, sambil menundukan kepalanya.
“ Henteu, Ema mah moal satuju, lamun diteruskeun ka SMK mah.! Mendingan ulah sakola, daripada sakola di SMK mah, moal, moal mantakan bener.!” Ibu Ahmad tidak menyetujui permintaan Ahmad yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kejuruan. Alhasil ketiga formulir yang Ahmad dapatkan dengan susah payah itupun di sobek oleh Ibu Ahmad.

Tanpa sepatah kata apapun Ahmad langsung masuk kedalam rumah dan menuju kamar, dengan rasa kesal dan kecewa kepa Ibunya. Bapak Ahmad hanya terdiam melihat dan mendengar apa yang dikatakan oleh sang Ibu.

***

Seminggu kemudian, Ahmad yang sempat putus asa, karena tidak dibolehkan untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan. Ia bingung harus kemana ia melanjutkan sekolahnya. Sempat ia berbicara kepada orang tuanya, bahwa ia tidak akan melanjutkan pendidikan dan ia memilih untuk mondok. Namun, orang tua Ahmad mempunyai keingian yag lain. Ya, bukan berarti Ahmad tidak boleh untuk mondok, melainkan keinginannya harus di tunda kurang lebih sekitar tiga tahun lagi. Setelah lulus dari SMA tepatnya.

Hingga tiba suatu hari di mana semua teman-temannya sudah melakukan pendaftaran kesekolah yang mereka inginkan masing-masing, Ahmad belum juga melakukan pendaftaran. Sedangkan, waktu yang ia miliki hanya tinggal beberapa minggu lagi.

Orang tua Ahmad yang ingin Ahmad memiliki ijazah SMA menyarankan kepada Ahmad untuk melanjutkan pendidikannya di SMAN 1 Cikande. Ya, salah satu sekolah favorit di Cikande.
Ahmad hanya menuruti keinginan dan pilihan dari orang tuanya. Namun, ada rasa takut dari dalam diri Ahmad, ia takut akan gagal untuk kedua kalinya masuk ke sekolah negeri.

***

Ahmad di antar oleh Ibunya untuk mengambil formulir pendaftaran kerumah Bu Ulfah, yang merupakan guru mata pelajaran B.Indonesia di SMP Islam El-Mizan dan juga di SMKN 1 Cikande.
Bu Ulfah menjelaskan bebera persyaratan yang harus di penuhi sambil memberi motivasi kepada Ahmad, agar Ahmad semangat dalam mengikuti tes yang akan dilaksanakan di pertengahan puasa nanti.

Setelah selesai mengambil formulir. Keesokan harinya Ahmad mulai memenuhi satu persatu persyaratan yang harus ia penuhi untuk bisa masuk ke SMAN 1 Cikande.

***

Hingga tiba saat pelaksanaan tes tulis. Ahmad menuju ke SMAN 1 Cikande bersama 4 teman putrinya, ya, Ahmad adalah satu-satunya laki-laki dari SMP Islam El-Mizan yang melanjutkan ke SMA semua teman laki-lakinya memilih ke SMK.

Sesampainya di SMAN 1 Cikande. Ahmad tidak menyangka bahwa ia akan berjumpa dengan beberapa teman sekolah dasarnya, yang juga akan mengikuti tes tulis di SMAN 1 Cikande.
Ia bertemu dengan Rangga, salah seorang alumni dari SMP PGRI yang juga merupakan teman semasa sekolah dasarnya.

Tes tulis berlangsung dengan tertib dan juga lancar. Semua soal berhasil Ahmad kerjakan. Meski tidak yakin semua jawabannya benar. Ahmad hanya berdo’a dan berharap semoga ia tidak gagal untuk kedua kalinya.

***

Beberapa hari setelah tes tulis dilaksanakan, pengumuman diterima atau tidak diterima sudah dapat di ambil di SMAN 1 Cikande. Ahmad yang memang dari awal tidak niat dan hanya menuruti keinginan orang tuaya untuk bersekolah di SMA, terlambat beberapa jam untuk mengambil surat keputusan diterima atau tidak diterima, karena ia kesiangan. Bahkan setelah ia sampai di SMAN 1 Cikande surat miliknya sudah di ambil oleh salah seorang temannya.

Ahmad penasaran dengan isi dari surat tersebut. Kemudian ia membuka amplop berisi kertas berwarna kuning, tanpa memarkirkan terlebih dahulu kendaraanya. Ia kaget setelah membaca surat tersebut, ternyata  Ahmad diterima di SMAN 1 Cikande dan akan menempati kelas X IPS 1. Ya, Ahmad diterima di jurusan IPS. Meski diterima di jurusan IPS. Ia tidak perduli, karena memang ia tidak memiliki minat untuk masuk jurusan IPA.

Lalu Ahmad pulang untuk memberi kabar gembira kepada orang tuanya. Bahwa ia berhasil masuk dan diterima di SMAN 1 Cikande.

Bersambung…

*“ Ma, Pak yeuh aya tilu formulir, ndek diisi numana?”= “Bu,Pak nih ada tiga formulir, mau diisi yang mana”
 *“ Formulir naon iyeu? Formulir pendaftaran tah?”= “ Formulir apa ini? Formulir pendaftaran tah?”
 *“ Hooh, iyeu formulir Gorda ( SMKN 1 Cikande), iyeu formulir Jawilan (SMK Ikhlas), iyeu formulir Jayanti ( SMK AL-Hasanah)”= “ Iyah, ini formulir Gorda ( SMKN 1 Cikande), ini formulir Jawilan (SMK Ikhlas), ini formulir Jayanti (SMK AL-Hasanah)
 *“ Sia ndek ka SMK?”= “Kamu mau ke SMK?”
 *“ Hooh”= “ Iyah”
 *“ Henteu, Ema mah moal satuju, lamun diteruskeun ka SMK mah.! Mendingan ulah sakola, daripada sakola di SMK mah, moal, moal mantakan bener.!”= “ Tidak, Ibutidak akan setuju, jika dilanjutkan di SMK.! Mending tidak usah sekolah, daripada sekolah di SMK mah, tidak, tidak akan benar!”

#OneDayOnePost #ODOPbatch5 #BismillahLulus #TantanganVII&VII  #CerbungEpisode9


Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Perjalanan Singkat Episode 9"

  1. Kenapa ya Mak kok gak setuju sama SMK? T_T
    Weslah, Selamat ya Ahmad ^_^

    ReplyDelete

Beri aku 1001 kritik dan saran :)