Melepas Rindu

Pagi hari disebuah cafe dekat  stasiun harapan seorang lelaki berbadan kecil dengan gaya rambut pendeknya yang membentuk ombak sedang menikmati secangkir kopi hitam, sambil menatap laptopnya dengan sangat serius. Ia melihat sebuah album foto lama yang dibuatnya 3 tahun lalu, tepatya pada saat ia masih di bangku SMA.

Hari semakin siang dan cafe yang tepat berada di sebrang stasiun harapan ini mulai ramai pengunjung, tak heran jika cafe ini selalu ramai karena cafe ini menyuguhkan makanan dan minuman khas yang tak bisa dijumpai di cafe lain.

Pria ini masih menatapi laptopnya yang sedari tadi pagi ia nyalakan dan ia masiih berkutat di album foto lamanya. Tak terasa juga kopi yang sedari tadi pagi ia nikmati sudah habis, ia masih menatapi laptopnya sambil memesan secangkir kopi hitam lagi. Pria ini sudah biasa memesan kopi di cafe ini. Jadi, para pegawai cafe disini sudah tak heran jika melihatya.

Stasiun harapan yang menjadi pemberhentian para penumpang kereta dari luar kota semakin padat, wajari saja karena sedang libur panjang. 

Pria ini masih menatapi laptopnya, melihat foto-foto lamanya, “ahhh, aku rindu” Celetuk pria berambut pendek ini. 

ehh, restu? ” Sapa seorang wanita berbusana biru, lengkap dengan hijab biru dongkernya.
ehh, kamu ?. Silahkan duduk “ Balas pria ini dengan kaget

iyah, ini aku dian. Kamu lagi apa? Serius banget sih” Berbicara dengan nada santun sambil duduk di samping restu.

Cafe ini semakin ramai karena sudah waktunya jam makan siang, banyak pegawai stasiun yang beristirahat sejenak di cafe ini meski hanya memesan secangkir kopi. Tak jarang juga para penumpang kereta yang mampir ke cafe ini.

kamu mau makan apa yan? ” Tanya restu yang mulai menutup laptopnya

aku ga laper tu, aku pesen minum ajah deh “ Jawab dian dengan nada rendah.

okedeh” Restu langsung memangil pelayan dan memesan es kopi susu dua porsi.

Dian dan restu tidak menyangka bahwa mereka akan berjmpa di cafe ini, sambil menikmati es kopi susu yang telah sampai dian dan restu berbincang sangat asyik. Mereka mengenang masa-masa sekolah mereka mulai dari awal MPLS sampai dengan wisuda.

Yaa, mereka adalah sahabat dekat sejak kelas 1 sma. Mereka saling mensuport ketika salah satu dari mereka sedang down, mereka sering bertukar pikiran dan mereka juga sering di gosipkan bahwa mereka pacaran oleh teman-temannya. Mereka berpisah satu bulan setelah acara wisudaan, dian yang mendapatkan beasiswa kuliah di luar jawa harus sangat fokus memikirkan segala kebutuhannya selama ia kuliah disana nanti. Restu yang mendapatkan amanat orang tuanya untuk meneruskan usaha orang tuanya yang berada di kota kelahiran ayahnya yaitu tempat neneknya tinggal pun mau tidak mau harus fokus menjaga dan merawat apa yang sudah orang tuanya percayakan, ia juga sambi kuliah tentunya.

Sejak itu keduanya jarang berkomunikasi, karena sibuk dengan urusannya masing-masing. Hingga pada akhirnya mereka bisa bertemu kembali di sebuah cafe yang berada di kota dimana restu tinggal.
Rasa rindu yang sedang dirasakan oleh restu semakin menggebu setelah mendapat kabar bahwa sekolah mereka akan mengadakan REUNI minggu ini. Dian yang datang dari luar kota bermaksud untuk mengunjungi saudaranya sambil berlibur, ia akan kembali pulang dan ia pun pamit ke restu karena jam keberangkatannya akan segera datang. Terlalu sebentar waktu mereka untuk melepaskan kerinduan yang sangat mendalam.

“aku tunggu kamu ya tu di reunian nanti” Kalimat terakhir yang di ucapkan dian di pertemuan mereka pada hari itu.

Mereka berpisah di sebuah cafe dan saling bertukar nomor hp. Yang bermaksud untuk mempermudah komunikasi satu sama lain.

1 hari sebelum acara reuni pria berambut pendek ini berangkat menuju kota sekolahnya yang berada di luar kota. Ia sengaja datang 1 hari sebelum acara dilaksanakan agar tidak ketinggalan.

Namun, pada saat hari pelaksanaan acara restu tidak melihat dian sama sekali. Ia berpikir mungkin dian masih dalam perjalanan menuju kesekolah. Sampai acaranya selesai ia tak kunjung melihat kehadiran dian sampai-sampai ia menanyakan kepada teman-temannya yang sekarang sudah sibuk akan tugas skripsi. Lalu restu memutuskan untuk mengunjungi rumah dian.

Dian sahabat dekat restu ternyata mengidap sebuah penyakit. Namun, restu tak pernah tahu bahwa dian mempunyai sebuah penyakit, karena dian tak ingin orang-orang terdekatnya khawatir akan keadaannya.

Dian meninggal 5 hari sebelum acara reuni berlangsung, ia meninggal di sebuah rumah sakit dekat rumahnya.

Restu terbisu seribu kata, ia tak menyangka bahwa pertemuan di cafe depan stasiun harapan adalah pertemuan terakhirnya dengan dian, ia hanya bisa menangis karena telah ditinggalkan sahabat dekatnya. 

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :

  • Tantangan ke-4 sumber foto : google.com Baiklah teman-teman semua. Kali ini, saya akan mencoba menyelesaikan tantangan ke-4 dari ODOP. Ada yang ta… Read More...
  • Bocah bermata sipit dengan layang-layang Paggil saja namanya Koko. Ya, seorang bocah yang memiliki mata sipit ini merupakan anak dari pak Handoko Bramantyo dan Ibu Sri Hartiwi. Dod… Read More...
  • Kejadian Kemarin Oleh : Muhammad Rafiyudin Sore ini hujan. Ahmad yang baru sampai di rumah dengan keadaan basah kuyup, dari sekolahnya yang lumayan jau… Read More...
  • 7 Februari 2018 Selamat malam teman-teman semua  Mohon maaf, karena mala mini saya baru sempat menulis untuk setoran ODOP. Saya baru saja sampai di… Read More...
  • Keberkahan sumber foto : google.com Ada suatu kisah yang saya dengar dari guru ngaji saya. Ini kisah nyata. Suatu masa, disebuah Negara. Di mana… Read More...

0 Response to "Melepas Rindu"

Post a Comment

Beri aku 1001 kritik dan saran :)